Tetapi bukan masalah kalau kita nggak selalu bisa berani, Deverra. Karena manusia bukan hanya lahir dari tulang, melainkan juga hati. Semesta bukan hanya menciptakan tubuh, melainkan juga rasa. Dan waktu bukan hanya tentang hari esok, melainkan juga kemarin.
Theala bersembunyi di balik keheningan sebagai perempuan mandiri yang benci punya angan-angan. Dirga bersembunyi di balik keramaian sebagai laki-laki bersinar yang hanya tahu caranya mencari kesenangan. Di balik trauma masa kecil, selalu ada hati yang dibungkam. Dirga adalah bibir, Theala adalah suara. Dan dengan berbicara, mereka bisa mendengar semuanya. Ketika aku bercermin, Pantulannya me…